Berita
Visiting Lecturers UBMG Bawa Perspektif Global dalam Simposium FPSP di Bappeda Bone Bolango
18 September 2026
← Semua berita
Bone Bolango, Gorontalo — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperluas ruang kolaborasi akademik dan pertukaran pengetahuan melalui rangkaian International Week 2026. Salah satunya diwujudkan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) UBMG melalui kegiatan simposium bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone Bolango yang menghadirkan tiga visiting lecturers dari Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina, Jum’at (18/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara akademisi internasional dan praktisi pemerintahan untuk berbagi perspektif mengenai kebijakan publik, ekonomi, administrasi pemerintahan, serta pengelolaan data sebagai bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif.
Simposium tersebut dihadiri Dekan FPSP UBMG Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., bersama rombongan FPSP UBMG serta jajaran Bappeda Kabupaten Bone Bolango. Sementara itu, tiga visiting lecturers dari BPSU yang hadir sebagai pemateri yakni Eric G. Lopez, MPA., Ronald Q. Quinto, DPA., dan Janette C. Carabeo, MBA.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Sekretaris Bappeda Bone Bolango Udin Duda, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sekaligus menyambut baik kehadiran para akademisi dari Filipina.
Menurutnya, kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi jajaran Bappeda untuk memperoleh perspektif baru sekaligus bertukar pengalaman mengenai praktik pemerintahan dan pengelolaan pembangunan.
“Kami sangat berterima kasih dan tentunya senang dengan kedatangan akademisi dari Filipina. Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan sharing pengalaman dan pengetahuan. Di lingkungan instansi pemerintahan, terkadang rutinitas membuat kita membutuhkan penyegaran serta masukan dari perspektif yang berbeda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertukaran informasi antara akademisi dan aparatur pemerintahan diharapkan dapat memberikan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Rangkaian presentasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh ketiga visiting lecturers. Masing-masing pemateri diberikan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk menyampaikan perspektif dan pengalaman akademiknya, sebelum dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Dekan FPSP UBMG Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., mengatakan antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung selama lebih dari dua jam. Hal tersebut terutama terlihat pada sesi diskusi, ketika sejumlah peserta yang didominasi pegawai Bappeda Bone Bolango aktif mengajukan pertanyaan kepada para pemateri.
“Kurang lebih kegiatan berlangsung lebih dari dua jam. Kami melihat antusiasme peserta sangat baik. Di akhir pemaparan, banyak peserta yang bertanya, dan rata-rata pertanyaan datang dari pegawai Bappeda Bone Bolango,” kata Ismail.
Ia menjelaskan, materi yang dibahas mencakup berbagai isu terkait kebijakan pemerintah, ekonomi, administrasi publik, hingga strategi pengelolaan data di lingkungan pemerintahan.
Salah satu isu yang menarik perhatian peserta adalah perbedaan pengelolaan dan pengumpulan data di masing-masing instansi. Dalam diskusi tersebut, para visiting lecturers turut memberikan perspektif mengenai pentingnya integrasi data pemerintahan melalui sistem yang lebih terpusat dan mudah diakses oleh setiap instansi terkait.
“Misalnya dalam pengumpulan data di setiap instansi, terkadang terdapat perbedaan. Para visiting lecturers memberikan masukan bahwa pemerintah dapat memiliki master data yang terpusat sehingga dapat diakses oleh perwakilan dari masing-masing instansi,” jelas Ismail.
Menurutnya, pengelolaan data yang terintegrasi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan secara efektif oleh pemerintah maupun masyarakat.
“Harapannya, setiap instansi memiliki perwakilan yang dapat mengakses sistem data terpusat. Dengan begitu, ketika terdapat perbedaan data antarinstansi, dapat dilakukan sinkronisasi. Data yang tersedia juga harus mudah dipahami dan digunakan. Intinya, masyarakat dan pemerintah merupakan partner,” tambahnya.
Bagi FPSP UBMG, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif internasional dengan kebutuhan praktis pemerintahan di tingkat daerah. Kehadiran visiting lecturers dari BPSU memberikan kesempatan bagi sivitas akademika dan aparatur pemerintahan untuk melihat isu kebijakan publik dan administrasi dari perspektif yang lebih luas.
Kolaborasi FPSP UBMG bersama Bappeda Bone Bolango sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Melalui forum seperti ini, pengetahuan akademik diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi gagasan dan masukan yang relevan bagi kebutuhan pembangunan daerah.
Kegiatan simposium tersebut menjadi salah satu rangkaian International Week 2026 UBMG, yang menghadirkan akademisi internasional sebagai bagian dari penguatan jejaring global, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan pengalaman akademik yang berorientasi internasional.
Melalui kolaborasi dengan BPSU dan berbagai mitra strategis di tingkat daerah, UBMG terus membuka ruang bagi sivitas akademika untuk terhubung dengan perspektif global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pemerintahan dan pembangunan di daerah. (Hms)
